Detail Kegiatan
MENUTUP LAILATUL KOPDAR TAHUN 1447 H DENGAN MENELADANI KHIDMAH ULAMA’ DALAM MENGENTASKAN KEBODOHAN
69 kali | Nihayatus Sa'adah Sholawati & Wilda Rusydiana Izza - 10 Mar 2026
Bungah – Menjelang akhir Ramadan 1447 H, Gedung MWCNU Bungah menjadi saksi penutupan Lailatul Kopdar ke-16 pada Minggu (8/3/2026). Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena menandai tuntasnya kajian Kitab Al-Misku Al-Faihi karya Gus Nanal Fauzi yang telah dipelajari secara rutin selama dua tahun terakhir.
Acara tersebut dihadiri puluhan pengurus dan anggota Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Bungah. Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, Lailatul Kopdar juga menjadi ruang pembelajaran yang sarat nilai keilmuan dan keorganisasian.
Pada kajian bab terakhir, Ust. Hasan Mahfud menyampaikan pentingnya sikap istiqamah atau “tegak lurus” dalam barisan komando Nahdlatul Ulama. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, kader NU dituntut tetap konsisten berada di jalur organisasi agar arah perjuangan tidak kehilangan orientasi.
Dalam pemaparannya, Ust. Hasan mengulas empat tipologi kiai yang dipopulerkan oleh Abdurrahman Wahid. Pertama, Kiai Tandur, yaitu ulama yang fokus menanamkan nilai-nilai keislaman dan mendidik santri. Kedua, Kiai Tutur, yakni ulama yang berdakwah melalui lisan dan penyampaian ilmu kepada masyarakat. Ketiga, Kiai Sembur, yaitu ulama yang memberikan motivasi spiritual melalui doa dan berbagai hajat keagamaan. Terakhir, Kiai Catur, yakni ulama yang berperan menjaga kemaslahatan umat melalui jalur diplomasi dan komunikasi strategis.
Ust. Hasan menegaskan bahwa keempat peran tersebut memiliki kedudukan yang sama penting dan saling melengkapi dalam perjuangan organisasi.
“Tidak perlu ada gesekan antarkader maupun antar-Banom, karena kita semua berada dalam satu atap yang sama,” tegasnya di akhir kajian.
Rangkaian Lailatul Kopdar ke-16 ditutup dengan pembacaan Khotmil Qur’an yang dipimpin KH. Ir. Abdul Qadir, dilanjutkan doa oleh Rais Syuriah MWCNU Bungah, KH. Ir. Muhammad Hamdan.
Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme dan istiqamah jamaah selama mengikuti 16 pertemuan, panitia membagikan puluhan doorprize, mulai dari sarung, kopiah, hingga kipas angin dan berbagai hadiah menarik lainnya. Kemeriahan tersebut menjadi simbol bahwa ilmu pengetahuan dan ukhuwah tetap menjadi instrumen utama keluarga besar NU Bungah dalam mengabdi kepada umat dan masyarakat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!