Detail Kegiatan

Mengenal Nabi Muhammad SAW Lewat Tradisi

Mengenal Nabi Muhammad SAW Lewat Tradisi

44 kali | Asifak Khoiriyah - 25 Aug 2026

BUNGAH - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momen penting untuk mengenang kelahiran sang Rasul. Di dalamnya berisi doa, harapan, serta rasa syukur atas kehadiran Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah kebenaran.

Di Indonesia, Maulid Nabi dilaksanakan melalui berbagai tradisi keislaman yang sarat akan nilai keagamaan dan makna budaya. Tradisi seperti Grebeg Maulud dilaksanakan oleh masyarakat Surakarta dan Yogyakarta, Tradisi Baayun Maulid dilaksanakan oleh masyarakat Banjar. Hal ini menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki cara uniknya tersendiri untuk memuliakan bulan kelahiran Nabi.

Salah satu potret dari tradisi unik juga dapat kita lihat perkembangannya di Desa Bungah, Gresik. Tradisi Maulid di desa Bungah telah berlangsung sejak lama dan diwariskan secara turun-temurun hingga saat ini.

Peringatan Maulid Nabi SAW di wilayah Bungah memiliki kekhasan tersendiri, terutama dalam pembacaan kitab Maulid Syaroful Anam. Pembacaan ini menggunakan nada atau lagu khas dari Desa Bungah yang biasa disebut oleh masyarakat dengan "lagu sampurnan".

Tradisi Maulid Nabi ini dilaksanakan secara luas di berbagai lingkungan masyarakat, mulai dari pondok pesantren, masjid, mushola, hingga lembaga pendidikan. Lewat pembacaan syair-syair pujian kepada Nabi SAW, kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk mengenal dan mencintai Nabi SAW, serta untuk melestarikan tradisi maulid ini kepada generasi berikutnya.

Adapun keunikan lain dari sisi sosial, yakni adanya tradisi urunan berkatan. Dalam tradisi ini, setiap masyarakat membawa bingkisan makanan secara sukarela ke tempat pelaksanaan Maulid Nabi.

Berkatan tersebut kemudian dikumpulkan dan dibagikan kembali kepada para jemaah atau peserta yang mengikuti kegiatan. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi, tetapi juga mencerminkan nilai gotong royong, kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, tradisi Maulid Nabi seperti yang tergambar di Desa Bungah tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan formal untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, ia telah menjadi bagian erat dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Secara umum, tradisi Maulid juga menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah, serta mempertahankan warisan budaya keislaman di nusantara agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Kalau tradisi peringatan Maulid Nabi di daerah kamu bagaimana? Yuk, bagikan cerita keunikan tradisi daerah kamu di kolom komentar ya!

Sumber gambar: pinterest.com/wordpressdotcom

0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Email digunakan untuk memuat avatar Anda dari Gravatar.