Detail Kegiatan
Dari Ngaren, Gema Langkah Santri 2026 Gaungkan Semangat Generasi Muda Merawat Tradisi dan Persaudaraan
14 kali | Najibatun Najwa - 24 Oct 2026
NGAREN | KOPIAH - Lebih dari 700 warga memadati halaman Masjid An-Nur, Dusun Ngaren, Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, dalam kegiatan Gema Langkah Santri 2026 yang diselenggarakan Pimpinan Ranting (PR) IPNU dan IPPNU Ngaren, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 sekaligus wujud semangat generasi muda dalam membangun kebersamaan dan menjaga tradisi keagamaan di tengah masyarakat.
Mengusung tema “Melangkah Bersama, Merawat Tradisi, Menebar Inspirasi”, Gema Langkah Santri 2026 tidak sekadar menjadi agenda peringatan tahunan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan pesantren, lembaga pendidikan, pelajar, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, PR IPNU dan IPPNU Ngaren berupaya menghadirkan semangat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kesadaran kolektif untuk merawat nilai-nilai keagamaan dan tradisi yang telah mengakar di lingkungan masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan berbagai elemen, mulai dari santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Kyai Said dan Pondok Pesantren Nahjul Balagh, siswa-siswi Madrasah Diniyah Tarbiyah Islamiyah, hingga masyarakat setempat. Keterlibatan lintas lembaga tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kesantrian bukan hanya tumbuh di lingkungan pesantren, melainkan juga hidup dalam kehidupan sosial masyarakat.
Kegiatan dibuka secara simbolis oleh Drs. Abu Hassan, S.H., M.M., tokoh masyarakat Ngaren yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gresik. Prosesi pembukaan berlangsung khidmat, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathan, dan Mars Hari Santri, kemudian dilanjutkan dengan sambutan serta pembacaan doa.
Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Ngaren, Ustadz Ahmad Musyaffak atau yang akrab disapa Ustadz Syafak, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada pengurus PR IPNU dan IPPNU Ngaren yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, saya bangga kepada adik-adik pengurus Ranting IPNU dan IPPNU Ngaren yang telah mengadakan Gema Langkah Santri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menginspirasi seluruh elemen masyarakat, khususnya masyarakat Ngaren dan sekitarnya, sekaligus mempererat tali silaturahmi. Ke depan, semoga kegiatan maupun kebersamaan antarlembaga di Ngaren semakin baik dan mandiri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat Ngaren, mulai dari Nahdlatul Ulama, takmir masjid, lembaga diniyah, Jam’iyyah Huffadz, Muslimat NU, hingga Fatayat NU. Menurutnya, kemajuan dan kemandirian lingkungan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan kontribusi seluruh elemen masyarakat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua PR IPNU Ngaren, M. Muhibbudin atau yang akrab disapa Rekan Bibi, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Gema Langkah Santri 2026. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai perayaan Hari Santri, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kegiatan Gema Langkah Santri 2026 dapat terlaksana dengan lancar. Semoga kegiatan ini bukan sekadar menjadi perayaan Hari Santri, tetapi juga menjadi langkah untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan membawa manfaat bagi masyarakat Ngaren. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membersamai kegiatan ini,” tuturnya.
Melalui Gema Langkah Santri 2026, PR IPNU dan IPPNU Ngaren berupaya menegaskan bahwa pelajar NU bukan sekadar penerus tradisi, melainkan juga generasi yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga, mengembangkan, dan meneruskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi berikutnya. Kehadiran pelajar di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi penggerak kebersamaan, menumbuhkan kepedulian, serta menghadirkan kebermanfaatan bagi lingkungan.
Pada akhirnya, Hari Santri bukan hanya tentang mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai perjuangan tersebut terus dihidupkan dalam kehidupan masa kini. Tradisi tidak cukup hanya diwariskan, tetapi harus dirawat dan dikembangkan. Persaudaraan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian dan langkah nyata.
Dari Ngaren, Gema Langkah Santri 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan tradisi berada di tangan generasi yang bersedia merawatnya. Sebab, ketika pelajar, pesantren, dan masyarakat melangkah bersama, bukan hanya persaudaraan yang semakin kuat, tetapi juga harapan untuk melahirkan generasi santri yang berilmu, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat serta bangsa.
Mengusung tema “Melangkah Bersama, Merawat Tradisi, Menebar Inspirasi”, Gema Langkah Santri 2026 tidak sekadar menjadi agenda peringatan tahunan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan pesantren, lembaga pendidikan, pelajar, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, PR IPNU dan IPPNU Ngaren berupaya menghadirkan semangat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kesadaran kolektif untuk merawat nilai-nilai keagamaan dan tradisi yang telah mengakar di lingkungan masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan berbagai elemen, mulai dari santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Kyai Said dan Pondok Pesantren Nahjul Balagh, siswa-siswi Madrasah Diniyah Tarbiyah Islamiyah, hingga masyarakat setempat. Keterlibatan lintas lembaga tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kesantrian bukan hanya tumbuh di lingkungan pesantren, melainkan juga hidup dalam kehidupan sosial masyarakat.
Kegiatan dibuka secara simbolis oleh Drs. Abu Hassan, S.H., M.M., tokoh masyarakat Ngaren yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gresik. Prosesi pembukaan berlangsung khidmat, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathan, dan Mars Hari Santri, kemudian dilanjutkan dengan sambutan serta pembacaan doa.
Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Ngaren, Ustadz Ahmad Musyaffak atau yang akrab disapa Ustadz Syafak, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada pengurus PR IPNU dan IPPNU Ngaren yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, saya bangga kepada adik-adik pengurus Ranting IPNU dan IPPNU Ngaren yang telah mengadakan Gema Langkah Santri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menginspirasi seluruh elemen masyarakat, khususnya masyarakat Ngaren dan sekitarnya, sekaligus mempererat tali silaturahmi. Ke depan, semoga kegiatan maupun kebersamaan antarlembaga di Ngaren semakin baik dan mandiri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat Ngaren, mulai dari Nahdlatul Ulama, takmir masjid, lembaga diniyah, Jam’iyyah Huffadz, Muslimat NU, hingga Fatayat NU. Menurutnya, kemajuan dan kemandirian lingkungan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan kontribusi seluruh elemen masyarakat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua PR IPNU Ngaren, M. Muhibbudin atau yang akrab disapa Rekan Bibi, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Gema Langkah Santri 2026. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai perayaan Hari Santri, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kegiatan Gema Langkah Santri 2026 dapat terlaksana dengan lancar. Semoga kegiatan ini bukan sekadar menjadi perayaan Hari Santri, tetapi juga menjadi langkah untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan membawa manfaat bagi masyarakat Ngaren. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membersamai kegiatan ini,” tuturnya.
Melalui Gema Langkah Santri 2026, PR IPNU dan IPPNU Ngaren berupaya menegaskan bahwa pelajar NU bukan sekadar penerus tradisi, melainkan juga generasi yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga, mengembangkan, dan meneruskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi berikutnya. Kehadiran pelajar di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi penggerak kebersamaan, menumbuhkan kepedulian, serta menghadirkan kebermanfaatan bagi lingkungan.
Pada akhirnya, Hari Santri bukan hanya tentang mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai perjuangan tersebut terus dihidupkan dalam kehidupan masa kini. Tradisi tidak cukup hanya diwariskan, tetapi harus dirawat dan dikembangkan. Persaudaraan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian dan langkah nyata.
Dari Ngaren, Gema Langkah Santri 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan tradisi berada di tangan generasi yang bersedia merawatnya. Sebab, ketika pelajar, pesantren, dan masyarakat melangkah bersama, bukan hanya persaudaraan yang semakin kuat, tetapi juga harapan untuk melahirkan generasi santri yang berilmu, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat serta bangsa.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!