Detail Kegiatan
Harumkan Nama Pelajar NU Bungah, Muzainiyatul Khosyi’iyah Raih Juara 1 KTIQ MTQ XXXII Kabupaten Gresik 2026
18 kali | Abiyyah Muhammad - 19 Apr 2026
BUNGAH | KOPIAH - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh kader Pelajar NU Bungah. Muzainiyatul Khosyi’iyah, Direktur Lembaga Ekonomi Kreatif PAC IPNU IPPNU Bungah, berhasil meraih Juara 1 cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) Kategori Putri dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Tingkat Kabupaten Gresik Tahun 2026.
Ajang bergengsi tingkat kabupaten tersebut diselenggarakan pada 17–19 April 2026, bertempat di Islamic Center, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar PAC IPNU IPPNU Bungah sekaligus menambah catatan prestasi kader pelajar NU di bidang keilmuan dan keagamaan.
Keberhasilan meraih posisi tertinggi dalam cabang KTIQ bukan sekadar tentang memenangkan sebuah perlombaan. Lebih dari itu, prestasi ini mencerminkan semangat tradisi keilmuan, kemampuan berpikir kritis, serta upaya memahami dan mengontekstualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan. Sebuah ikhtiar untuk menjadikan Al-Qur’an tidak hanya sebagai pedoman yang dibaca dan dipahami, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dalam melahirkan gagasan dan pemikiran yang bermanfaat.
Bagi Pelajar NU Bungah, capaian Rekanita Zeni menjadi bukti bahwa ruang aktualisasi kader tidak terbatas pada aktivitas organisasi. Kader memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan kapasitas diri, menunjukkan kemampuan, dan mengukir prestasi di berbagai bidang, baik keagamaan, pendidikan, maupun intelektualitas.
Prestasi ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh kader IPNU IPPNU serta pelajar NU di Kecamatan Bungah untuk terus belajar, mengasah potensi, memperluas wawasan, dan berani mengambil bagian dalam berbagai ruang kompetisi. Sebab, setiap kader memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan memberikan kontribusi melalui bidang keahliannya masing-masing.
PAC IPNU IPPNU Bungah menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Muzainiyatul Khosyi’iyah atas pencapaian yang membanggakan ini. Semoga prestasi tersebut menjadi awal dari langkah-langkah hebat berikutnya serta senantiasa membawa kebermanfaatan bagi masyarakat, agama, dan bangsa.
Sebab, keberhasilan seorang kader tidak hanya diukur dari sejauh mana ia berproses dalam organisasi, tetapi juga dari bagaimana ia mengembangkan ilmu, mengukir prestasi, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Ajang bergengsi tingkat kabupaten tersebut diselenggarakan pada 17–19 April 2026, bertempat di Islamic Center, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar PAC IPNU IPPNU Bungah sekaligus menambah catatan prestasi kader pelajar NU di bidang keilmuan dan keagamaan.
Keberhasilan meraih posisi tertinggi dalam cabang KTIQ bukan sekadar tentang memenangkan sebuah perlombaan. Lebih dari itu, prestasi ini mencerminkan semangat tradisi keilmuan, kemampuan berpikir kritis, serta upaya memahami dan mengontekstualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan. Sebuah ikhtiar untuk menjadikan Al-Qur’an tidak hanya sebagai pedoman yang dibaca dan dipahami, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dalam melahirkan gagasan dan pemikiran yang bermanfaat.
Bagi Pelajar NU Bungah, capaian Rekanita Zeni menjadi bukti bahwa ruang aktualisasi kader tidak terbatas pada aktivitas organisasi. Kader memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan kapasitas diri, menunjukkan kemampuan, dan mengukir prestasi di berbagai bidang, baik keagamaan, pendidikan, maupun intelektualitas.
Prestasi ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh kader IPNU IPPNU serta pelajar NU di Kecamatan Bungah untuk terus belajar, mengasah potensi, memperluas wawasan, dan berani mengambil bagian dalam berbagai ruang kompetisi. Sebab, setiap kader memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan memberikan kontribusi melalui bidang keahliannya masing-masing.
PAC IPNU IPPNU Bungah menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Muzainiyatul Khosyi’iyah atas pencapaian yang membanggakan ini. Semoga prestasi tersebut menjadi awal dari langkah-langkah hebat berikutnya serta senantiasa membawa kebermanfaatan bagi masyarakat, agama, dan bangsa.
Sebab, keberhasilan seorang kader tidak hanya diukur dari sejauh mana ia berproses dalam organisasi, tetapi juga dari bagaimana ia mengembangkan ilmu, mengukir prestasi, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!